Runtuhnya Mimpi
Karya: Zacky Achmad KhoirDi lengkung waktu yang beranjak dingin,
sebuah istana angan yang kita pahat bersama
retak perlahan tanpa jerit dan sirna.
Arsitektur cita-cita runtuh menembus senyap,
menjadi pecahan kaca yang bergelimpangan di jelaga.
Lentera harapan meredup di ceruk dada,
menanggalkan pendar hangat
yang dulu membakar asa.
Jejak-jejak langkah terhapus abu malam,
meninggalkan bayang-bayang linglung
di sudut keheningan.
Tak ada gemuruh yang menandai kejatuhan ini,
hanya desis sunyi yang mengikis
lipatan takdir.
Hari-hari berlalu tanpa warna,
membiarkan kenangan mengembara
di lorong-lorong sepi.
Namun di tengah puing pasrah yang tersisa,
jemari ini tetap meraba debu waktu,
mencari getar halus
dari benih keberanian yang belum mati.
Sebab dari reruntuhan yang paling sunyi,
sering kali lahir harapan baru
yang lebih teguh menghadapi hari.
Lubuklinggau, 29 juli 2026