Afnelia Inda - Simfoni Tunas di Sela Sembilu (OSN 3.7)

📅 29 Juli

Simfoni Tunas di Sela Sembilu

Karya: Afnelia Inda


Di pelataran malam yang ditinggalkan warta,
aku memungut sisa-sisa sunyi yang patah.
Luka adalah kawan tempat duka menempa baja,
membiarkan retak di dada menjadi celah bagi cahaya pertama untuk merayap masuk.

Pernah ku bayangkan runtuhan ini adalah muara,
tempat segala angan tenggelam tanpa jeda.
Namun di kedalaman getir yang paling sunyi,
darah yang menetes justru membasahi benih keberanian yang lama tertidur dalam retakan takdir.

Akar-akar ketabahan merambat perlahan,
menembus pekat tanah penyesalan dan keputusasaan.
Setiap duka yang menggoreskan sembilu,
kini bertukar wujud menjadi urat-urat daun,
menyerah perih pedih lalu menenunnya menjadi hijau yang wibawa.

Aku tidak lagi mengutuki jelaga dan badai,
sebab tanpa pekat malam, bintang tidak pernah bernyawa.
Dari gigil luka yang pernah meremukkan belulang,
semuanya tidak akan kembali berulang,
kini membumbung tunas yang berdiri tegak
menantang fajar dan merayakan kehidupan yang baru.


Surabaya, 30 Juli 2026