Embun di Atas Parut
Karya: YolandaRasa sakit pernah singgah lama di dada,
meninggalkan jejak yang dalam dan perih.
Namun di sana, di tempat yang paling terluka,
ternyata benih harapan menunggu untuk bersemi.Air mata bukan tanda kelemahan yang hina,
melainkan embun yang mengairi akar ketabahan.
Dari celah-celah nyeri yang tidak kunjung reda,
tumbuhlah bunga keberanian yang harumnya menenangkan jiwa.Kita tidak lagi rapuh diterpa badai kehidupan,
sebab luka telah mengajarkan arti kekuatan sejati.
Bekas luka kini kuanggap sebagai mahkota kemenangan,
bukti bahwa semesta sedang cara menyembuhkan diri.Tumbuh dari luka adalah proses yang sunyi namun indah,
mengubah duka menjadi cahaya yang abadi bersinar.
Kini aku berdiri tegak memeluk masa depan,
membawa cerita tangguh sebagai warisan paling berharga.
Indralaya, 26 Juli 2026