Menenun Kehidupan dari Sayatan
Karya: Thalita Azaria Faustinadi setiap langkah kecilku berjalan
ada riuh suara lidah manusia
tatapan mereka menghujam
memandangku bagaikan sampah
yang tak berguna
teringat hari di mana alam semesta
menyudutkanku dalam dekap sepi
membuatku merasa tak berani bersuara
lisan mereka hanyalah duri
aku duduk di sudut ruangan
tanpa mampu berkata apa-apa
hanya mendengar dan merasakan goresan dalam dada
jiwa dan ragaku berusaha bangkit
aku berdiri diatas kaki ku sendiri
tumbuh menjadi manusia penuh perjuangan
yang terus melangkah maju
langkah demi langkah ku melewati duri
tak kenal rasa sakit karena lisan orang lain menadah, dengan hati yang berisi rintihan darah, namun jiwa pantang menyerah
maka untuk diriku,
terimakasih telah bertahan
terimakasih telah menemaniku setiap saat
kau adalah seorang diri yang sangat berharga bagiku, saat ini dan sampai kapanpun
Semarang, 28 Juli 2026