Eligi Impian
Karya: Syifa SalsabilaKala itu aku pernah menjadi kapal pesiar megah.
Menjadi individu cemerlang dengan sejuta asa dan cita, memantik bara tekad yang
tak pernah padam.
Namun, atma dan ragaku begitu ringkih menghadapi riuh badai--
Kuusahakan jiwa rapuh ini tanpa letih, tapi apa hasilnya?
Tak ada mercusuar yang bersinar.
Hanya samudra penuh kesunyian yang kutemukan.
Kucari pelabuhan sebagai tempat singgah, namun tak kutemukan.
Kupaksa kapal ini untuk berlayar bertahan di tengah badai,
batinku meraung meminta semua nestapa segera usai, sementara nalarku mungkin
sudah mati jauh hari.
Pada akhirnya, badai riuh menelan kapal mengaramkan gugusan impian sekejap
mata.
Semesta seakan memaksaku tunduk pada realita, aku tak mampu lagi memberontak.
Ku relakan puing puing itu sebagai bukti jerih payah selama ini pada dunia.
Semarang, 13 Juli 2026