Dibaca: Memuat...
Takdir di Ujung Benang
Karya: Syfa Aulia SariBukankah wajar jika manusia memiliki mimpi tinggi?
Tanyaku pada malam yang bisu, tanpa sepatah kata kembali.
Namun sayapku patah sebelum sempat kukembangkan,
Terkurung dalam sangkar emas penuh dengan tuntutan.
Aku melangkah di atas panggung yang mereka dekorasi,
Berjalan kaku, tersenyum palsu, mengikuti seuntai tali.
Layaknya boneka kayu yang tak punya kuasa diri,
Setiap gerak dan tatapanku, ada jemari yang mengemudi.
Mimpi-mimpiku runtuh menjadi serpihan debu,
Terkubur di bawah tumpukan ekspektasi yang membiru.
Aku hidup untuk menghidupkan mimpi orang lain,
Sementara jiwaku sendiri perlahan mati dalam senyap yang dingin.
Bogor, 29 Juli 2026