Dibaca: Memuat...
Luka yang menjadi akar
Karya: Nadia FebriyaniPernah aku ingin jadi hujan,
jatuh tanpa suara,
lenyap bersama genangan,
agar tak ada yang tahu
betapa lelahnya bertahan.
Kukira luka hanya menyisakan perih,
bekas yang tak lekang oleh waktu.
Tapi di titik paling sakit itu,
diam-diam sesuatu tumbuh.
Air mata berubah jadi hujan,
sunyi berubah jadi ruang,
dan patah yang dulu kutakuti
mengajarkanku cara menata diri.
Kini aku mengerti,
tak semua kehilangan datang mengosongkan,
tak semua luka datang menghancurkan.
Ada luka yang menjelma akar,
menghunjam dalam diam,
menguatkan langkah yang nyaris menyerah.
Aku tak lagi ingin menghapus jejak sakit itu,
sebab dari tanah yang basah oleh air mata,
aku belajar menumbuhkan harapan.
Jika suatu hari kau melihatku mekar,
jangan kira aku tak pernah patah.
Aku hanya belajar,
bahwa dari luka sekalipun,
kehidupan masih bisa tumbuh.
Dan aku adalah bukti:
pernah terluka
bukan berarti selamanya tak bisa berbunga.
Empat lawang,Selasa 28 juli 2026