Luka Bukan Akhir Perjalananku
Karya: Sulfanita OldaAku sering jatuh,
membawa retak berkeping keping
di dada dan sunyi di langkah.
Kukira luka adalah
garis akhir hidupku,
tempat harapanku
perlahan kehilangan cahaya.
Namun waktu mengajariku,
bahwa tanah yang diguyur air mata
sering kali menjadi tempat terbaik
bagi benih keberanian
dan semangat untuk tumbuh.
Luka tidak meminta kita menyerah,
ia hanya mengajak mengenal diri lebih dalam yang lebih tabah dari
pada kemarin sore.
Setiap gagal adalah
pelajaran yang pahit,
setiap bangkit adalah
kemenangan yang diusahakan.
Maka aku melangkah lagi,
meski bekas itu masih tinggal di hati.
Sebab perjalanan bukan
tentang siapa yang
tak pernah terluka,
melainkan siapa yang
tetap berjalan
hingga mimpinya menemukan tujuan.
Dalong, 18 juli 2026