Anatomi Rekah
Karya: Steve Imanuel SinulinggaMereka mengira luka adalah gerbang menuju keutuhan. Aku menemukan hukum yang lain: akar tidak mencari tanah sempurna, melainkan celah yang bersedia menerimanya. Sejak itu aku memahami hidup bukan tentang menolak patah, melainkan menembusnya perlahan hingga menemukan arah. Setiap bekas menjadi cincin waktu, seperti lingkar batang yang menyimpan hujan tanpa pernah kehilangan bentuknya. Kehilangan bukan lagi kekurangan, melainkan tanah tempat keteguhan tumbuh diam-diam. Maka, ketika waktu bertanya apa yang membentukku, aku tidak menunjuk kemenangan ataupun kegagalan. Aku menunjuk rekah, sebab dari sanalah aku belajar menjadi pohon.
Jambi, 24 Juli 2026