Runtuhnya mimpi
Karya: Safaraz Akma FadilAku kira mimpi itu rumah,
Kokoh,ada pintunya,ada lampunya.
Ku setiap malam bergadang buat ngecat
Temboknya.
Dengan doa,keringat,dan kata“Nanti
Pasti”.
Lalu datang angin yang tak diundang.
Pintu lepas,atap runtuh.
Runtuhnya mimpi terdengar sunyi,
Tidak ada tepuk tangan,
Hanya detak jantungku yang berantakan.
Aku duduk dipuing dingin.
Tapi disela retak,langit masih ada.
Berarti Tuhan belum pergi.
Baiklah
Aku tidak akan membangun istana lagi.
Cukup tenda kecil dari luka dan harapan
Yang penting bisa berteduh
Dan besok... berani bermimpi lagi
Balikpapan,15,Juli,2026