Dibaca: Memuat...
𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓶𝓮𝓷𝓸𝓵𝓪𝓴 𝓶𝓮𝓷𝓾𝓷𝓰𝓰𝓾
Karya: Reski RamadanAku pernah menggenggam mimpi seerat doa, percaya setiap langkah akan menemukan matahari. Namun waktu mengajarkanku bahwa harapan pun dapat patah tanpa suara. Satu demi satu impian yang kubangun runtuh seperti rumah tua diterjang badai, meninggalkan debu yang memenuhi dada. Aku tersenyum di hadapan dunia, tetapi di dalam diri, ada hujan yang tak pernah reda. Orang-orang melihatku berdiri, tanpa tahu berapa kali jiwaku rebah diam-diam. Malam menjadi saksi bagaimana air mata memilih jatuh daripada kata-kata. Aku bertanya kepada langit, mengapa sayapku dipatahkan sebelum sempat belajar terbang. Tak ada jawaban, hanya sunyi yang memeluk lebih erat dari siapa pun. Kini aku berjalan di atas serpihan mimpi sendiri, membawa luka yang tak terlihat, berharap suatu hari hati ini mampu menerima bahwa tidak semua harapan ditakdirkan pulang menjadi kenyataan.
Sulawesi Selatan kota makassar, 22 juli 2026