Harapan yang hancur
Karya: Rahmawati AuliaHarapan yang Hancur
Di atas janji yang retak,
aku menatap sisa ambisi yang sirna.
Jerih payah itu menguap sia-sia,
ditelan waktu tanpa belas kasihan.
Mengapa berakhir seburuk ini?
Pertanyaan itu menusuk pikiran,
tanpa jawaban pereda duka.
Kecewa bukan sekadar sesak,
tapi luka yang terus berdarah.
Aku lelah bersandiwara tegar,
lelah berharap pada angan rapuh.
Mungkin takdir sedang menyindir,
saat aku terjatuh lagi.
Namun di balik amarah dan tangis,
ku temukan kebenaran pahit:
runtuhnya harapan bukan kematian,
melainkan gerbang realita.
Dari puing ini, aku bangkit,
bukan untuk sempurna, tapi untuk hidup.
Padang,10 juli 2026