Jejak Cahaya dari Luka
Karya: PUTU SHRI NADYA PRATIWILuka mengajariku membaca sunyi tanpa membenci malam.
Air mata pernah menjadi bahasa yang hanya dimengerti hati, namun fajar selalu datang membawa keberanian baru.
Aku merangkai serpihan kecewa menjadi langkah, menanam harapan di tanah yang pernah gersang.
Dari setiap jatuh, kutemukan alasan untuk bangkit.
Dari setiap kehilangan, kutemukan makna tentang keteguhan.
Kini aku tidak lagi takut pada luka, sebab darinyalah tumbuh kekuatan, keikhlasan, dan mimpi yang berani mekar menghadapi dunia dengan senyum yang tulus.
Sebab hidup bukan tentang menghindari luka, melainkan belajar menjadikannya cahaya yang menerangi langkah, menguatkan jiwa, dan mengantarkan harapan menuju masa depan yang lebih indah.
Tabanan Bali, 13 Juli 2026