Putu Ega Prima Antariksa - Ia menanam Matahari di bekas luka (OSN 3.7)

📅 28 Juli
Dibaca: Memuat...

Ia menanam Matahari di bekas luka

Karya: Putu Ega Prima Antariksa


Pada usia ketika anak-anak pulang ke pelukan,
ia pulang kepada dua gundukan tanah
ayah dan ibu yang dikalahkan kelaparan,
sebelum sempat mengajarinya cara menipu perut yang kosong.
Sejak itu, malam menjelma tong sampah tanpa dasar;
ia mengais sebutir nasi dari sisa pesta orang-orang,
mengeja kehidupan melalui tulang ikan dan kerak piring,
lalu meminum hujan agar tangisnya tak terdengar jalanan.
Hingga pemilik kios koran memungut namanya dari debu,
menyerahkan setumpuk pagi dan sebentuk kepercayaan:
“Antarkan kabar ini, jangan biarkan harapan terlambat.”
Maka ia berlari, menembus gerimis, debu, dan hinaan.
Dari setiap lembar yang berpindah tangan,
disisihkannya receh demi receh ke dalam kaleng impian;
siang ia menjual berita kepada dunia,
malam ia membeli masa depan dengan membaca.
Koran-koran itu bukan sekadar barang dagangan:
dari huruf-hurufnya ia tahu langit tak hanya milik burung,
dan nasib hanyalah roda yang tak selamanya
membiarkan tubuh paling bawah dilindas putarannya.
Suatu pagi, seorang pengusaha melihat nyala di matanya,
mengangkatnya sebagai anak, memberinya rumah dan kesempatan.
Ia mengemudikan mobil ayah angkatnya melintasi kota,
sembari mengemudikan hidupnya menuju sekolah dan cita-cita.
Tahun-tahun kemudian, namanya berdiri di puncak keberhasilan,
tetapi tak pernah ia kunci pintu bagi mereka yang kelaparan;
ia membangun meja makan di sudut-sudut jalan,
membuka sekolah bagi kaki-kaki kecil yang kehilangan tujuan.
Sebab hanya orang yang pernah retak memahami cara memeluk:
dari lumpur masa lalu, ia menjadi permata menerangi jalan pulang orang lain.



Denpasar 28 juli 2026