Surat dari Akar
Karya: Putri pertama sariDi telapak waktu aku menyimpan bekas—
garis yang menolak lupa, menandai peta tubuh.
Luka itu bukan permintaan maaf, melainkan pelajaran;
ia mengajarkan aku menanam kata-kata yang patah,
menyiramnya dengan hari-hari yang enggan menyerah.
Di bawah kulit, akar menulis ulang sejarah,
mengubah retak jadi lorong bunga yang tak malu.
Aku tumbuh dari sisa-sisa keberanian, bukan dari amnesia;
setiap bekas adalah tinta yang menuntun langkah pulang.
Jika kau takut mengangkat tanganmu ke cahaya, ingat:
ada akar di bekas yang menahan angin,
ada nama di retak yang menuntun pada rumah.
Bawalah lukamu sebagai peta, bukan topeng
karena yang tumbuh dari luka tahu arah kembali
Rambang, 15 Juli 2026