Menjemput Fajar di Balik Retak
Karya: PAREL PEBRIANDi antara serpihan kaca yang berserakan di dada, aku belajar merangkai sabar menjadi napas baru.
Luka yang dulu menganga seperti jurang curam, kini perlahan tertutup oleh lumut doa dan keteguhan.
Aku tidak lagi membenci bekas goresan itu, sebab dari sanalah tunas kekuatan mulai menyembul.
Ada detak yang lebih berani setelah badai
mereda,
ada langkah yang lebih pasti di atas tanah yang
pernah hancur.
Ternyata, kehancuran bukanlah titik akhir sebuah perjalanan,
melainkan rahim bagi kedewasaan yang sedang ditempa.
Kini, aku berdiri dengan kepala tegak menyambut pagi,
membawa sisa luka sebagai tanda bahwa aku
pernah berjuang,
dan memenangkan kehidupan dengan cara yang
paling indah.
Sanggau, 12 juli 2026
Sanggau, 12 juli 2026