๐บ๐ฐ๐บ๐จ-๐บ๐ฐ๐บ๐จ ๐ท๐ฌ๐น๐ฌ๐ด๐ท๐ผ๐จ๐ต ๐ซ๐ฐ ๐ป๐ฌ๐ต๐ฎ๐จ๐ฏ ๐บ๐ผ๐ต๐๐ฐ
Karya: ๐จ๐๐๐๐๐²¹Nona kau puing istana yang runtuh berkali-kali,
Batu-batunya bernama luka, debunya bernama diam.
Setiap kali dibagun, langit merobohkannya lagi.
Sepimu jadi penjaga kubur bagi hatimu,
Sunyi jadi do'a mu yang tak pernah diamin.
Mereka duduk berempat, dia, sepi, bayangan, dan tuhannya.
Suaramu serak oleh isak tangis yang ditelan.
Tertawanya pecah seperti kaca di lantai marmer.
Air matanya sungai tanpa muara mengalir, menghilang tak pernah sampai ke laut.
Ia dikhianati seperti musim yang ingkar janji.
Datang membawa mekar, pergi membawa gugur.
Dunia meninju seperti palu ke besi
Tapi ia menolak meleleh
menjadi air mata saja.
Liat di sela retaknya masih ada bara, kecil, malu-malu, tapi menolak mati.
Karena perempuan ini tahu, sunyi paling bising saat dia hampir menyerah.
Dan sepi paling setia saat semua pergi.
____๐จ๐๐๐๐๐²¹๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐_๐ฑ๐๐๐_๐๐๐๐