Nurhayati - Karamnya Muara Cita (OSN 3.7)

📅 17 Juli

Karamnya Muara Cita

Karya: Nurhayati


Kala itu, langit harapan menjelma kelabu,
disusul gerimis menciumi bumi.

Di antara langkah yang menuntunku pada kenyataan,
di antara doa-doa yang pecah berserakan di padang impian.

Aku tetap menjajaki mufakat bersama simfoni semesta,
menawar suratan demi cita yang enggan karam.

Mereka bilang aku hanyalah seonggok manusia dengan nalar mengembara,
terlena oleh sejuta angan tanpa dipeluk keberuntungan.

Terkutuk menjadi dungu,
tersesat di labirin empat musim.

Muara yang kusebut rumah menjelma pusara,
kapal pengangkut asa telah karam,
dikhianati takdir sebelum berlabuh.
Segala ikhtiar berakhir hampa; hanya sunyi menyambut.

Namun, salahkah bila sang pandir menginginkan titik temu
untuk merajut siasat, menggapai puncak kejayaan,
seraya berlomba melawan getirnya dunia?

Aku memang bukan si jauhari yang mampu membaca nilai kehidupan,
melainkan si bebal yang belajar menjadi budiman,
demi meniti asa hingga menjelma nyata.




Kabupaten Bandung Barat, 15 Juli 2026