Kompas Luka
Karya: Nur AlsyaBukan tentang warna yang menolak di layar,
bukan tentang pintu pertama yang tertutup rapat.
Ini tentang aku yang bertanya pada malam,
"Bisaka?" di sela sujud dan air mata.
Aku mengetuk pintu kedua dengan bekal keringat,
menitipkan nama pada selembar harapan.
Gagal lagi. Tulang-tulang ragu mulai retak.
Akhirnya, kusiapkan hati untuk jalan ketiga.
Namun, semesta punya cara menuntunku pulang.
Alhamdulillah... namaku dipanggil di rumah ilmu berseragam putih.
Ternyata, luka itu kompas.
Berkat doa orang tua, berkat restu yang menjadi langitku.
Dari penolakan, aku bertunas.
Kini aku berdiri, calon penyembuh dengan sumpah di dada.
Dari lukaku, kelak aku akan merawat luka dunia.
Makassar, 28 Juli 2026