Serpihan Angan di Puing Waktu
Karya: Nur AisyahAku pernah membangun sebuah istana megah dari harapan,
menyusun setiap bata dengan doa dan tetesan keringat.
Namun, badai kenyataan datang tanpa memberi tanda,
mengempas seluruh rencana hingga hancur berkeping-keping.
Kini, aku berdiri di antara puing-puing angan yang luruh,
menatap langit malam yang kehilangan seluruh bintangnya.
Ada perih yang teramat dalam saat melihat impian itu patah,
menyisakan ruang kosong yang terasa begitu dingin di dada.
Ternyata, tidak semua yang diperjuangkan akan abadi,
sebab takdir sering kali memiliki jalannya sendiri.
Mimpi itu telah runtuh dan menyatu bersama debu,
meninggalkan aku yang harus belajar untuk merelakan,
lalu perlahan bangkit kembali mengumpulkan sisa kekuatan.
Takalar, 12 juli 2026