Bunga Mekar di Bayang Penuh Luka
Karya: Novita PutriBulan bersinar terang dan bintang berkilau indah di malam yang sunyi. Namun, ada serpihan luka yang selalu teringat nan menyayat hati. Berdiri, menatap cermin retak seakan tak punya arti. Selalu menghantui di setiap waktu yang seiring berganti.
Trauma, sungguh kalimat yang sangat ku benci. Mengingat dahulu kala, tumbuh dengan rasa sakit tak terlihat terasa pedih di hati. Oh ayah... Oh ibu... seandainya engkau mengerti, gadis kecil yang tumbuh dengan luka ini ingin melihat kalian bahagia. Dengan sepenuh hati.
Namun, dengarlah. Luka bukan akhir dari segalanya. Memang masa kecil tidak semua berawal dari kesempurnaan bisa saja kesengsaraan. Setiap tetes air mata yang jatuh pasti akan di ganti dengan kebahagiaan. Rasa sakit ini adalah bunga yang layu lalu mekar dengan keindahan.
Ingatlah, hidup ini perjalanan cukup panjang. Jangan biarkan langkahmu kosong hanya karna luka belaka yang penuh lolongan, dan hilang di telan malam. Jadikan perih ini sebagai sayap baru untuk terbang lebih tinggi dari masa sebelumnya.
Ngawen Pasuruan, 11 Juli 2026