Ketika Langit Menolak Mengingat Namaku
Karya: Fathir Salam RahanyamtelPernah ada mimpi
yang kutitipkan
pada pagi paling muda.
Kupikir cahaya
akan menjaganya tetap utuh.
sebab doa selalu terdengar lebih jujur
sebelum kenyataan membuka pintu.
Namun waktu
lebih pandai meruntuhkan
daripada membangun.
Harapan perlahan patah
tanpa suara,
menyisakan sebutir debu
yang bahkan angin enggan membawanya.
Kini aku berdiri
di antara sisa-sisanya,
mencari seseorang
yang dulu begitu yakin
bahwa setiap jatuh
masih memiliki langit.
Ternyata yang hilang
bukanlah mimpiku
melainkan diriku
yang terlalu lama
hidup di dalamnya.
Ambon, 11 Juli 2026