Aku Tidak Mati di Hari itu
Karya: Nisfi Lailatun NikmahAda hari ketika langit terasa begitu rendah,
seolah ingin menindih seluruh harapanku.
Aku berdiri dengan dada penuh retak,
menyembunyikan tangis di balik tawa,
agar tak seorang pun tahu
betapa lelahnya aku bertahan.
Luka datang tanpa mengetuk pintu,
membawa kecewa yang tak mampu kujelaskan.
Ia mengajarkanku bahwa
tidak semua yang diusahakan akan menetap,
dan tidak semua yang disayang
ditakdirkan untuk tinggal.
Pernah aku ingin menyerah pada keadaan,
mengira hidup telah selesai
karena kehilangan begitu banyak arah.
Namun waktu menggenggam tanganku perlahan,
mengajarkan bahwa fajar
tak pernah lupa pulang,
meski malam terasa sangat panjang.
Sedikit demi sedikit,
aku belajar memungut serpihan diriku sendiri.
Kubangun kembali mimpi-mimpi yang runtuh,
kurekatkan keyakinan yang sempat pecah,
hingga akhirnya kusadari,
yang berubah bukan dunia,
melainkan caraku memandangnya.
Kini jika seseorang bertanya
mengapa aku masih mampu tersenyum,
aku tak akan bercerita tentang lukaku.
Aku hanya akan berkata,
"Aku tidak mati di hari itu.
Aku memilih hidup,
dan sejak saat itulah
aku mulai benar-benar tumbuh."
Blitar, 13 Juli 2026