Akar yang Memeluk Bentala
Karya: Ni Putu SomanadiPada bentala yang kehilangan embun,
sebutir benih memeluk sunyi.
Meskipun angin selalu menggoyahkan,
harap tak pernah berhenti bertunas.
Hari-hari berlalu tanpa fajar,
hanya rinai debu dan badai
yang menari di atas kelopak
yang bahkan belum sempat merekah.
Namun akar tak pernah ingkar,
ia menjelajah gelap tanpa suara,
meyakini bahwa cahaya
selalu menemukan jalan pulang.
Lalu mentari menyentuh ufuk,
menghangatkan luka yang telah mengakar.
Kini bunga itu pun mekar sempurna,
bukan sebab tak mengenal nestapa,
melainkan karena akarnya tetap memeluk bentala,
meski langit pernah lupa menghadirkan cahaya.
Singaraja, 20 juli 2026