Memeluk Luka yang Enggan Kering
Karya: NI KADEK MAIKA CANDRA DEWISelalu kubuat jejak namamu di pasir putih,
Tempat asin yang selalu kita datangi, tak pernah kukhianati.
Bedanya, debur ombak tak lagi berteriak memanggil namamu.
Kaki yang kotor kubersihkan, untuk kukotori lagi.
Dengarlah, rintik hujan mulai menari, menyerah pada bumi yang memeluknya.
Ia membasahi keningku yang tak pernah kau teduhkan lagi.
Tapi hari ini, aku berada di bawah pohon rindang.
Aku tidak kering, hanya saja lupa cara berteduh tanpa bayanganmu.
Sungguh, telah kurahasiakan luka itu dalam rintik yang tenggelam.
Sungguh, telah kukubur ia di tempat para ombak bersahutan.
Tiada lagi namamu di hatiku.
Rintik yang merintih telah mendarah,
membentuk sukma yang enggan sembuh dari luka.
Mungkin besok aku akan ke tempat itu lagi,
hanya untuk menyaksikan ombak yang bersahutan.
Tak perlu lagi mengotori kaki yang sudah kubersihkan.
Mungkin lusa aku akan kehujanan lagi,
hanya saja, tanganku kini memegang renda yang tak akan mengingatkanku padamu.
Jembrana, 19 Juli 2026