Di Samping Kelana
Karya: Nesmawati PutriKetika bayu berhembus membawa debu keraguan,
aku bertanya pada jiwa yang masih muda:
Apakah aku hanya ranting rapuh di tengah badai?
Apakah luka ini batas jejakku di atas buana?
Mengapa setiap langkah terasa penuh duri?
Mengapa hati harus retap demi menjadi teguh?
Namun perlahan jawaban menyusup ke sanubari:
Luka adalah sulur yang mencengkeram bumi,
agar saat tegak menjulang, tak mudah tumbang.
Setiap perih adalah mata air yang tak terlihat,
menumbuhkan akar jauh lebih dalam dari dugaan.
Aku tumbuh dari luka, bukan meski luka,
menjadi batang yang kuat, menjadi diri yang nyata.
Bone, 24 juli 2026