Dibaca: Memuat...
Layangan Angan
Karya: Nalal MunaAngin bertiup
Dia terbang,
Awal naik yang mencekam
Tak berdasar darimana dia datang
Terus bertiup melambung dalam angan
Mengarah ke banyak penjuru, namun masih dalam genggam
Angin bertiup
Dia terbang,
Semakin tinggi semakin senang
Padahal, belum tentu tenang
Hanya angan yang berseberangan
Antara genggaman dan pandangan
Angin bertiup
Dia terbang,
Masa berlalu banyak terbuang
Rasa hanya satu, pun tak ada peluang
Layangan angan masih di genggaman
Belum pun mendarat di lapangan ketenangan
Angin bertiup
Dia terbang,
Ternyata salah barang dan paham
Angin dibawa untuk menghilang
Belum masuk sudah terhujam
Bukan sesuatu yang dikatakan
Kelebihan benang tenang
Pada layangan angan.
Bireuen, 27 Juli 2026