Puing Angan
Karya: Naila Salwa BerlianDi lengan malam yang melumat warna
Langit meluruhkan pecahan kaca
Menara angan yang tegak berkaca
Kini melantai menjadi abu purba
Selaksa asa melenyap tanpa jeda
Meninggalkan perih yang kian meraja
Benang sutra penenun masa depan
Kusut koyak dihempas badai ujian
Genggam jemari menuai kekosongan
Saung patah di Palung lautan
Tiada lagi kilau intan harapan
Hanya sisa jejak kerinduan
Biarlah sunyi merawat segala suka
Sebab runtuh bukan segala akhir semesta
Bumi berserah pada takdirnya
Rebah bersimpuh mengurai makna
Menanti fajar membasuh luka jiwa
Menyusun kembali keping yang tersisa
Blitar, 12 Juli 2026