Simfoni dari Retakan
Karya: Mutiara Jamilatus SyavaraAda luka yang dulu berdenyut
seperti petir yang membelah langit biru.
Namun dari kilat itu lahir hujan
untuk menyuburkan tanah yang hampir tandus.
Air mata menjelma sungai
mengalirkan benih keberanian ke lembah sunyi.
Dari retakan bumi, tumbuh rumput liar,
menyembunyikan duri dengan hijau yang lembut.
Angin membawa bisikan sakit,
tapi juga meniupkan nyanyian harapan.
Api yang membakar dada
berubah jadi bara hangat yang menerangi malam.
Aku belajar, "Luka adalah musim"
kadang dingin, kadang membakar.
Namun selalu menyiapkan panggung
Bagi bunga untuk mekar.
Kini aku berdiri
dengan cahaya di mata.
Membawa simfoni dari retakan
sebagai tanda aku telah tumbuh.
Pamekasan, 12 Juli 2026