Dibaca: Memuat...
Di Balik Luka Perjuangan
Karya: Muhammad Zulfiqar IrsyadAku duduk sendirian di teras rumah
Petir menggelegar menampar dinding langit
Meninggalkan lara yang berakar di dada
Akankah aku terperangkap dalamnya selamanya?
Awan kelabu meratap menemaniku merenung
Aku duduk memeluk luka yang berbisik
Sakit ini adalah belati yang menggores jalan
Akankah aku berlutut dan menyerah?
Tidak, tidak!
Menyerah bukanlah namaku
Luka ini adalah benih yang menanam kekuatanku
Hingga tetes terakhir keringat jatuh
Aku takkan pernah tunduk pada takdir yang pahit
Aku duduk sendirian di teras rumah
Luka ini masih berdenyut, namun tak lagi menindih
Petir kini membelah gelap dengan tegas
Mengingatkanku untuk bangkit, melangkah, dan bangun
Jika hari ini aku menyerah pada sepi
Luka ini takkan pernah mekar menjadi sembuh
Maka hati kini berbisik yakin:
Apakah menyerah merupakan pilihan?
Bandung, 25 juli 2026