Kehidupan Yang Terasa Hambar
Karya: MUHAMMAD RAIHAN HADIANSYAHSejak hari itu, segala sesuatu yang kukunyah terasa hambar.
Setoples demi setoples berdebu terisi abu.
Rencana yang dulu terisi impian, kini mulai memudar.
Suasana yang dulu kunanti, kini berubah bak kelabu.
Sejak sang penuntun hidup itu pergi,
Hidup bagai melewati jalan yang penuh duri.
Tak ada satupun yang berarti di dunia.
Kini, hidup penuh luka tanpa rasa.
Namun, aku tak mau terjebak rasa sakit yang membelenggu.
Perlahan kumerangkak merebut keadilan yang abadi.
Meski jemariku bergetar terasa pilu,
Kucoba merakit kembali harapan yang hakiki.
Kini, hati yang lemah kembali membara.
Kurasakan semangat baru yang menyelimuti sanubariku.
Luka yang suram kini menjadi gemerlap rasa.
Menjadikan jiwaku sekuat baja yang tak terbelah dua.
Madiun, 16 juli 2026