Mekar di Sela Retakan
Karya: Firlia Roudhotul JannahDi balik retak tanah yang gersang
ada benih yang sunyi berjuang
menyimpan perih yang enggan hilang
menanti hujan menghapus bayang.
Setiap patah yang pernah singgah
kujadikan akar agar tidak goyah
meski badai memeluk dengan amarah
aku memilih untuk tidak menyerah.
Luka ini adalah guru yang sunyi
mengajarkanku bangkit berdiri
merajut kembali mimpi yang mati
menjadi bunga yang mekar berseri.
Kini aku tumbuh melampaui lara
menatap langit dengan dada lapang
sebab di ujung setiap duka yang membara
selalu ada cahaya yang datang.
Metro, 16 Juli 2026