Muhamad Agisna Caesar - Bahtera Yang Runtuh (OSN 3.7)

📅 22 Juli

Bahtera Yang Runtuh

Karya: Muhamad Agisna Caesar


Aku terbangun sebelum fajar menyingsing,
Kusiapkan diri, lalu bersujud kepada-Nya untuk mengawali hari.
Menjalani waktu demi membangun pondasi,
Berharap bahtera mimpi dapat tercipta dan berlayar abadi.

Berbagai jalan aku tempuh,
Tangga-tangga mimpi kudaki tanpa mengeluh.
Jemari dan kaki terluka,
Bersimbah darah yang mengalir, menggenang di setiap pijakannya.
Kuulangi siklus yang sama berkali-kali,
Kualami lagi pedihnya membangun mimpi

Hingga tiba masanya...
Jawaban dari segenap perjuangan, tetes keringat dan darah seharusnya datang.
Namun, jawaban itu lenyap
Tak tersudu di itik, tak termakan di ayam.
Matilah diriku.

Bahtera yang kubangun
Runtuh hanya dalam satu kedipan mata
Seluruh pucuk pengharapan,
Dan luka yang kupelihara dalam perjuangan,
Luruh menjadi sia-sia.

Kepulanganku sunyi,
Jejak-jejak kaki menyeret letih, ditelan sunyi lampu jalanan yang mulai mati
Berharap tuk kembali esok hari,
Meski sesungguhnya...
Diri ini telah mati.


Cibubur, 21 Juli 2026