Menyulam Harapan dari Retakan
Karya: Melany Rachel TiodaniellaTak mudah menyulam saat tangan berdarah,
tak mudah tersenyum saat dada masih nyeri.
Tapi kubiarkan waktu jadi penyembuh,
kubiarkan luka mengajarkan arti berdiri.
Kini kulihat diriku yang baru lahir,
bukan tanpa cela, namun penuh makna.
Retakan itu kini berhias sulaman,
kisah tentang jiwa yang menolak binasa.
Sebab luka bukanlah akhir dari cerita,
ia adalah jalan menuju jiwa yang dewasa.
Dari serpihan yang dulu tak berarti,
lahirlah harapan yang tumbuh dan bersinar.
Jakarta, 28 Juli 2026