Nomor 12
Karya: M. Rizki Aldo WansyahAku angka di kertas nomor 12, remuk di genggaman tanganmu yang basah keringat.
Di tas kresek hitammu ada piala renang provinsi 2016, medali debat kelas XII, cincin kawin ayahmu ukuran 19.
Petugas taksir angkat piala itu ke lampu, ketuk-ketuk kuningannya pakai pena.
"Ini bukan emas, Pak. Paling seratus ribu."
Kau ingat podium itu. Ayahmu rekam pakai Nokia butut, tangannya gemetar dari jarak sepuluh meter, bukan karena dingin AC gedung olahraga.
Sekarang tangannya gemetar lagi, kali ini menandatangani surat gadai atas nama sendiri.
Kau terima seratus lima puluh ribu, cukup buat sewa kos sampai tanggal 20.
Aku kau remas, kau lempar ke tempat sampah dekat pintu keluar, tempat sampah yang isinya nomor-nomor lain, semua bekas orang yang pernah menang di depan orang yang mereka cintai.
Banyuasin, 14 Juli 2026