Dibaca: Memuat...
Memungut Kepingan Diriku
Karya: Lucky AuliaAku pernah berjalan
dengan saku yang nyaris kosong,
tetapi mimpi-mimpiku
tak pernah belajar menjadi kecil.
Di rumah,
kuliah tangan Ayah
lebih akrab dengan lumpur
daripada lembaran uang.
Sejak itu,
aku tahu
ada kenyataan yang tak bisa kupilih,
tetapi selalu ada masa depan
yang boleh kuperjuangkan.
Ada mimpi yang kulepas,
ada jalan yang tak sempat kutempuh.
Bukan karena aku kuat,
melainkan hidup
tak memberi banyak pilihan
selain terus berjalan.
Sedikit demi sedikit,
kupungut kepingan diriku
yang tercecer
di antara kecewa
dan harapan yang nyaris patah.
Kelak,
aku ingin pulang
membawa senyum
orang tuaku.
Jember, 28 Juli 2026