Dibaca: Memuat...
Sedu langit, satu jiwa
Karya: Kayla SafitriDiriku kemarin,
sempat terjelma sunyi, terhempas oleh keadaan.
Tangisan langit mulai membasahi,
dalam malam kelam yang teramat sepi.
Sembilu ini lahir dari tajamnya lisan,
yang hadir tanpa permisi.
Mereka merajut celoteh tanpa menimbang rasa,
meninggalkan memori yang mengendap sesak di dada.
Namun, semua ini bukanlah akhir dari segalanya,
dari tiap celotehan mereka yang membuatku patah.
Ada sisi lain diriku yang tumbuh kuat seperti akar,
menjadi daun tenang yang belajar mekar.
Tangerang, 22 Juli 2026