Joy Kina Sohilait - Ketika Petir Belajar Menyisakan Hijau (OSN 3.7)

📅 24 Juli

Ketika Petir Belajar Menyisakan Hijau

Karya: Joy Kina Sohilait


Di padang yang tak pernah memilih siapa yang layak berteduh, berdirilah sebatang pohon—mengangkat langit dengan ribuan jemari daun.

Akar-akarnya menulis janji pada bumi;
Bahwa selama tanah masih mengingat namanya, ia tidak akan pergi.
Lalu langit berubah muram.
Angin menggulung sunyi, hujan merobek tanah hingga lumpur kehilangan pijakannya.
Namun akar itu kian dalam memeluk bumi, seolah tahu—tak semua badai datang untuk menjatuhkan.

Kemudian...
Langit menjatuhkan petir.
Cahayanya sesaat, luka nya bertahun-tahun.
Batangnya terbelah.
Daun-daun berjatuhan satu per satu, seperti surat-surat yang tak sempat dibaca musim.

Esok pagi, ranting-ranting kehilangan lagu. Burung-burung membawa pulang suaranya ke pohon lain.
Tidak ada lagi musafir yang mencari teduh di bawah lengannya.
Yang tersisa hanyalah batang retak dan sepi yang tumbuh lebih cepat daripada lumut.
Orang-orang berhenti di hadapannya.
Mereka menggeleng pelan.
"Pohon itu takkan lama lagi"
Mereka berlalu, tanpa pernah menoleh.

Hingga suatu pagi, dari celah yang mereka sebut akhir, muncul setitik hijau.
Lalu dua.
Lalu rimbun.
Tak ada yang mendengar bagaimana tunas itu mendorong gelap dengan tubuh sekecil harapan.
Tak ada yang tahu bahwa akar diam-diam telah belajar mengubah rasa sakit menjadi jalan pulang bagi kehidupan.
Kini orang-orang datang mengagumi rindangnya. Mereka menghitung tinggi batang, lebat daun, dan teduh yang diberikannya.

Namun tak seorang pun menghitung berapa kali ia memilih tetap berakar ketika langit berulang kali mengajarinya arti luka.
Sebab ternyata...
Bukan batang yang utuh yang membuat pohon tetap menjulang.
Melainkan akar yang tak pernah berhenti memeluk bumi, meski tubuhnya masih menyimpan bekas petir.



Ambon, 24 Juli 2026