Mekar di Ujung Luka
Karya: Izzatun Mukarimatul LatifahDi tanah perih yang sunyi dan kelam,
Kutanam perih yang teramat dalam.
Detik berlalu di balik sembabnya malam,
Membasuh duka yang terlanjur menghujam.
Air mata jatuh bagai tetesan hujan,
Menyirami jiwa yang penuh pecahan.
Tak ada lagi ratap ataupun keluhan,
Kupeluk retak sebagai garis perjuangan.
Perlahan tunas harapan mulai terbit,
Mengusir bayang-bayang yang menyakit.
Meski jalannya terjal dan sedikit sempit,
Kukepakkan sayap terbang kian melangit.
Kini luka berubah jadi kelopak bunga,
Mewangi indah di bawah terik surya.
Aku berdiri dengan jiwa yang merdeka,
Tumbuh abadi dalam anggunnya masa.
Karanganyar, 18 Juli 2026