Harapan Dari Luka
Karya: Indah PuspitaDulu aku percaya bahwa kehancuran berarti akhir dari segalanya.
Aku bukanlah tanah yang utuh.
Ada banyak retakan di berbagai tempat akibat badai yang pernah datang tanpa diundang,
menghapus harapan dan meninggalkan kesunyian.
Melihat bekas luka di kulit seringkali membawa kembali kenangan,
terkait rasa sakit yang pernah mengoyak jiwa.
Ada malam-malam panjang yang aku lalui dengan air mata,
bertanya-tanya kapan semua ini akan selesai.
Tetapi sekarang aku mulai paham.
Garis-garis tersebut bukanlah aib yang perlu disembunyikan.
Itu adalah petunjuk dari perjalanan.
Bukti bahwa aku pernah berjuang, pernah terjatuh,
dan memilih untuk bangkit kembali walaupun tubuh bergetar.
Dulu aku mengira bahwa kehancuran adalah akhir dari segalanya.
Aku bukanlah tanah yang utuh.
Ada banyak retakan karena badai yang pernah datang.
Lubuklinggau, 15 Juli 2026