Runtuhnya menara ekonomi
Karya: Faaza Naila NasyaDahulu, di atas kertas yang menguning
ku kibarkan angan-angan setinggi cakrawala
menara ilmu, tinta yang tak pernah kering
dan atap yang tak ditertesi duka
Namun sang ekonomi, lintah yang rakus
menghisap urat nadi setiap rencana
beras di dapur lenyap ditelan masa
sedang cita-cita terjebak dalam penjara angka
Maka runtuhlah istana mimpi
bukan oleh badai kemalasan
melainkan oleh guntur kemiskinan
yang menampar setiap jendela harapan
Kini, kusimpan serpihan angan
di antara lipatan kain usang
menunggu musim berganti
saat kemiskinan tak lagi jadi penjara
Percayalah, dari reruntuhan ini
akan tumbuh lagi
sebuah menara
yang takkan sanggup dirobohkan zaman
Kudus, 15 Juli 2026