Luka yang membuatku tumbuh
Karya: Harum sarohmanLuka yang Membuatku Tumbuh
Dalam diam yang sunyi,
tersimpan luka yang begitu perih.
Air mata tak henti mengalir
di setiap doa yang kupanjatkan.
Bekas luka belum juga sembuh,
senyum perlahan mulai redup.
Hati yang kian rapuh,
batin pun semakin lelah.
Namun, perlahan aku belajar sembuh,
melangkah pergi dari luka lama.
Setapak demi setapak kulalui,
meninggalkan sunyi yang telah lama menemani.
Waktu terus berjalan,
membuatku tumbuh menjadi lebih kuat.
Kukejar dunia yang penuh cahaya,
hingga sinarnya kini mampu kuraih.
Kini kusadari,
luka bukanlah akhir dari segalanya.
Ia adalah guru yang mengajarkanku tegar,
dan alasan mengapa aku mampu tumbuh menjadi diriku hari ini.
Jakarta Utara,25 juli 2026