PUING ANGAN
Karya: Gisella Gladis SunaryoSatu kala kesalahan hidup,
terpaku pada garis cakrawala—
Takkan hilang meski seribu tahun,
Menggapit kesenjangan dalam buana.
Mimpi yang kupeluk
perlahan retak,
sebelum sempat
menyentuh fajar.
Yang tersisa hanyalah
gema langkah
yang tak lagi pulang.
Waktupun berhenti sejenak,
hujan menari dalam bayangan.
Terbawa angin yang berbisik lembut—
hati termenung melihat segala arah.
terbayang sejuta
kata yang meracau,sementara
jemari yang menelusuri lembaran kosong,
bertanya—apakah langit sudah tidak berona?
Ingatan tak lagi utuh,
air mata jatuh seirama hujan.
Menyisakan pilu di relung sunyi.
sejak itu,kesadaran datang.
anginpun terasa berbeda.
Kupungut serpihan mimpi
yang berserak di pelataran waktu.
Tak ada yang utuh,
kecuali kenangan
yang enggan berlalu.
Banyuwangi,25 Juli 2026