Tumbuh Karena Biru
Karya: AISYAHDebar kali ini berbeda.
Tidak riuh menuntut, justru membuatku tenang
ketika menatapmu dari jauh sambil membenahi diri perlahan.
Sejak mengenalmu, aku jadi sosok yang puitis.
Rinduku seperti kertas kosong.
Hanya putih yang memanggil dan biru tinta yang enggan jatuh.
Satu tahun setengah aku menunggumu di depan gerbang, dalam harap.
Kini aku belajar melepas.
Kita lanjutkan perjalanan masing-masing.
Semoga bertemu di versi terbaik kita nanti.
Dan jika hanya bisa mengagumimu dari jauh,
setidaknya aku bersyukur pernah dipertemukan dengan biru favoritku.
mainu tengah, 25 juli 2026