Bunga di Tanah Tandus
Karya: Gina Agustin MaharaniSejak kecil aku tumbuh bersama suara riuh,
tumbuh di antara kata-kata makian yang menusuk kalbu.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung,
justru menjadi ruang yang paling aku hindari.
Cemoohan aku terima dari teman-teman sebaya,
mereka menyebutku anak korban rumah yang runtuh.
Namun aku tidak pernah menyerah pada keadaan,
kujadikan cacian itu sebagai bara semangat dalam dada.
Meski tanpa pelukan dan dukungan dari orang tua,
aku tetap melangkah, satu demi satu jejak kutapaki.
Luka yang dahulu menganga kini menjadi kekuatan,
tumbuh menjadi bunga di tanah yang tidak subur.
Aku belajar bahwa luka bukan akhir dari cerita,
tetapi awal dari perjalanan menuju mimpi yang kunanti.
Dengan berani aku maju selangkah demi selangkah,
menggapai cita-cita yang selama ini kudekap erat.
Bondowoso, 25 Juli 2026