Mekar setelah retak
Karya: GHASSANIY J.R WURSOKRetak pernah mengajarkanku arti kehilangan,
membiarkan langkah tersandung oleh sunyi yang panjang.
Namun waktu tak hanya menyimpan duka,
ia menumbuhkan keberanian di sela luka.
Setiap air mata menjelma embun,
menyegarkan hati yang hampir layu.
Aku belajar bahwa patah bukanlah akhir,
melainkan awal bagi akar untuk menguat.
Perlahan harapan merekah bersama cahaya pagi,
menghapus ragu yang lama bersemayam.
Kini aku berdiri dengan bekas yang tak kusembunyikan,
karena dari setiap retak tumbuh keyakinan.
Seperti bunga yang tetap mekar setelah badai,
aku pun berkembang, membawa harapan baru,
membuktikan bahwa luka dapat melahirkan kehidupan yang lebih indah.
Jailolo, 15 juli 2026