Bunga di Tanah Tandus
Karya: Firmansyah JihadBunga itu mekar,
dari air mata yang lama mengendap
disiram duka yang tak kunjung reda,
dipupuk sisa-sisa asa yang hampir padam.
Ia tumbuh menyemak di antara duri,
sendirian, tanpa pernah ada sapa,
sendirian, memeram luka yang tak pernah sembuh,
bahkan saat kata maaf sudah kehabisan suara.
Kelopaknya menolak layu,
melumat seluruh jeritan yang tumpat di tenggorokan.
Batangnya dipaksa tegap,
menopang beban yang tak punya nama.
Semarang, 25 Juli 2026