Evi Khoirunisa - Luka Menanam Langit (OSN 3.7)

📅 30 Juli
Dibaca: Memuat...

Luka Menanam Langit

Karya: Evi Khoirunisa




Aku pernah mengira,
luka adalah pintu
yang hanya mengarah pada kehilangan.

Maka kututup rapat setiap retaknya,
kusembunyikan setiap nyeri
agar dunia percaya
aku baik-baik saja.

Namun, luka mempunyai musimnya sendiri.

Ia tidak datang
untuk merobohkan akar,
melainkan mengajarkan akar
cara memeluk bumi
lebih dalam.

Aku adalah benih
yang dipaksa percaya
bahwa gelap bukan akhir,
bahwa tanah yang menimbun tubuhku
bukan kuburan,
melainkan ruang belajar
untuk bertumbuh.

Tangisku menjadi hujan.
Sepiku menjadi pupuk.
Kecewaku menjelma matahari
yang diam-diam menghangatkan keberanian.

Barulah kusadari,
bunga tak pernah berutang
kepada musim yang cerah.

Ia justru berterima kasih
kepada badai
yang mengajarinya
cara tetap mekar
meski kelopak berkali-kali gugur.

Kini,
jika kau melihatku berdiri
dengan senyum yang tampak sederhana,

jangan kagumi tingginya batangku.

Lihatlah tanah
yang pernah diinjak,
lihatlah retak
yang tak pernah berhenti berdoa,
lihatlah luka
yang diam-diam
sedang menanam langit
di dalam dadaku.

Sebab harapan
bukan lahir
ketika hidup berhenti menyakitiku.

Harapan lahir
ketika aku memilih
menjadikan setiap luka
sebagai tempat
cahaya bertumbuh.


Yogyakarta, 11 juli 2026