Mimpi yang Gugur dalam Diam
Karya: EVELYN KHAYLILA RASYIDAHMalam menyimpan namaku
di antara reruntuhan harapan
yang tak sempat mengeja pagi.
Kupungut satu per satu serpih mimpi,
masih hangat oleh doa
yang lama mengetuk langit.
Tak ada bunyi ketika ia runtuh.
Hanya sunyi
yang perlahan menjelma rumah,
sementara air mata
enggan meminta belas kasihan.
Barangkali semesta sedang mengajariku
bahwa kehilangan
bukan akhir dari perjalanan,
melainkan pintu
yang mengantar langkah menuju keteguhan.
Kini kubiarkan mimpi itu
gugur dalam diam,
seperti daun
yang tak menyalahkan angin
saat meninggalkan dahannya.
Sebab yang benar-benar tumbang
bukanlah mimpi,
melainkan keberanian
yang memilih berhenti berharap.
Selama hati masih setia berdoa,
harapan akan selalu menemukan
langitnya sendiri.
Tulungagung, 12 Juli 2026