Akar yang Menolak Tumbang
Karya: Erlanda Desy OliviaAda hari ketika rumah kehilangan dua cahaya.
Sejak saat itu, aku belajar memungut harapan dari serpihan yang ditinggalkan waktu.
Tak ada tangan yang selalu menggenggam, maka kupinjam keberanian dari doa dan kesabaran.
Aku tumbuh di antara kesibukan, hingga langkahku memilih menjadi penjaga tawa anak-anak sebelum semesta mengantarkanku kembali duduk di bangku kuliah.
Di kota perantauan, hadir seseorang yang tak meminta lukaku menghilang, melainkan tetap tinggal saat hatiku rapuh.
Kini aku mengerti, kehilangan bukan akhir dari cerita.
Ia adalah akar yang diam-diam menembus batu, mengajarkanku berdiri lebih teguh, melangkah lebih jauh, dan mekar pada waktu yang telah Tuhan tetapkan.
Gresik, 12 Juli 2026